Selamat Datang di Portal Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin

Silaturrahmi Alumni Roudlotun Nasyiin dalam Acara Dzikir dan Shalawat

Ronas.Sch.Id --- PELAKSANAAN silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin Beratkulon yang dikemas dalam acara Dzikir dan Shalawat telah selesai dilaksanakan pada Minggu (27/03/2016). Bertempat di Musholla Pondok Pesantren Putra Roudlotun Nasyiin Mojokerto, kegiatan yang merupakan “amanah”  yang harus dilaksanakan oleh pengurus pasca temu alumni rutin setahun sekali tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren, Dewan Asatidz, juga para alumni yang tersebar dari berbagai daerah, mulai dari Mojokerto, Lamongan, Gresik, Jombang, Surabaya, dan beberapa daerah lain. 

Memang, salah satu poin yang diusulkan dalam acara temu alumni yang digelar pada bulan Januari lalu menjelang haul KH. M. Arief Hasan ke 28 adalah diadakannya pertemuan rutin tiap 3 atau 6 bulan sekali dalam bentuk kegiatan dzikir dan shalawat. Tujuannya agar intensitas pertemuan bertambah, tidak hanya terjadi setahun sekali menjelang haul pendiri pesantren. Dengan bertambahnya intensitas pertemuan, diharapkan ikatan emosional yang tercipta akan semakin kuat, sehingga hubungan batiniyah alumni dengan pengasuh pesantren, atau juga dengan sesama alumni yang telah kembali menyebar di daerahnya masing-masing tidak akan lekang di telan zaman.

Pada sisi lain, dengan pertemuan rutin yang tidak hanya dilaksanakan menjelang haul, lebih memungkinkan terciptanya ide-ide sinergitas, sehingga membuka peluang terbentuknya jaringan kerja sama yang bisa memberikan manfaat baik secara agama, sosial, budaya, lebih-lebih masalah ekonomi.
Dalam sambutannya, Drs. H. Moch. Sholeh, M.Pd.I selaku ketua panitia menuturkan, bahwa acara perdana silaturrahmi alumni pasca temu alumni rutin ini tentu masih memiliki banyak kekurangan. Undangan yang tercatat sebanyak 300 orang, sebagian besar adalah alumni mojokerto selaku tuan rumah ditambah beberapa daerah lain. Jika kemudian yang hadir tidak bisa seratus persen adalah sebuah kewajaran. Sebab, penyebaran undangan yang lebih banyak melalui grup Whatsapp memang memiliki efektifitas yang viral, tapi pasti akan memiliki banyak kelemahan bagi pihak-pihak tertentu. Namun yang penting untuk dicatat, bahwa kehadiran alumni yang diatas 80 % dari yang ditargetkan patut diacungi jempol. Untuk itu, beliau kemudian meminta maaf dan berharap, bahwa untuk pertemuan selanjutnya, beberapa kekurangan bisa semaksimal mungkin diminimalisir.

Berbeda dengan Ketua Panitia, Ach. Yani Arifin selaku Ketua Alumni yang berdomisili di Lamongan mengatakan bahwa sengaja acara dzikir dan shalawat ini dilaksanakan pada pagi hari. Ini untuk menjawab alasan yang kerap dikemukakan waktu acara temu alumni menjelang haul, seperti kesulitan tempat bermalam bagi alumni perempuan umpamanya. Itulah sebabnya, dengan dilaksanakan pada siang hari, diharapkan alumni yang akan datang juga akan semakin banyak.

Lebih jauh Yani menuturkan, acara temu alumni hakekatnya adalah sarana sambung rasa. Keberadaannya harus ditingkatkan sedemikian rupa agar bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak. Ia mengharapkan, hubungan yang terjalin antar alumni tidak terikat dalam kerangka take and give. Sebab, ketika salah satu pihak “memberi” dengan mengharapkan “menerima” pada waktu lain, hal itu tak ubahnya rentenir. Maka yang tepat menurutnya adalah give and give, memberi dan memberi. Urusan “menerima” biarlah menjadi wilayah Allah SWT, sebagai pemelihara kehidupan umat manusia.
Seperti dituturkan sebelumnya, acara silaturrahmi alumni ini lebih difokuskan pada sentuhan ruhaniyah dalam acara Dzikir dan Sholawat. Bahwa dalam sepelik atau semoncer apapun kenyataan kehidupan, didalamnya ada campur tangan dzat yang tak terlihat. Itulah sebabnya, dari beberapa mata acara yang telah disusun oleh panitia, di tengah-tengahnya ada acara dzikir dan shalawat yang ubo rampenya telah disiapkan khusus dan telah ditashih oleh pengasuh pesantren. Para alumni yang hadir tampak khusyuk mengikuti amaliyah tersebut dipandu oleh Ustadz H. Nur Kholis Madzkur. Diharapkan, beberapa amalan yang dilakukan itu tak hanya diamalkan ketika acara berlangsung, tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari secara istiqomah.

Pada pamungkas acara, KH. Zainul Arifin Arief selaku Pengasuh Pesantren menuturkan beberapa hal ketika memberikan tausiah. Mengutip tentang klasifikasi manusia yang beberapa macam, salah-satu diantaranya adalah lahir sebagai orang beriman, hidup beriman, dan mati justru sebagai orang yang tidak beriman. Itulah sebabnya, Pengasuh Pesantren menegaskan bahwa keberadaan acara temu alumni menjadi sangat penting sebagai sarana mudzakarah, saling mengingatkan satu sama lain. Sebab, kondisi umat islam pada kurun waktu terakhir memang sedang didera oleh berbagai macam persoalan aliran. Jika tidak hati-hati dalam melangkah, dikhawatirkan alumni pesantren Roudlotun Nasyiin akan terpeleset ke dalam aliran-aliran yang tidak sesuai dengan ruh pesantren yang sudah digariskan oleh KH. Arief Hasan, santri KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.
Pada sisi lain, KH. Zainul Arifin Arief juga mengatakan, bahwa orang tua rela berpisah dengan anak-anaknya untuk menuntut ilmu di pesantren tentu dengan menanam sejumlah harapan. Salah-satu harapannya adalah mampu menjadi imam yang mutha’an, pemimpin yang ditaati dan dicintai oleh umatnya. Khusus terkait hal itu, Abah Kiai Zainul Arifin kemudian memberikan ijazah yang muasalnya dari Kiai Arief Hasan dan Kiai Achyat Chalimi Mojokerto. Ijazah tersebut langsung dibacakan oleh beliau dan diterima secara bersama-sama oleh alumni yang hadir.  

Acara yang berlangsung siang hari itu demikian khidmat. Purna acara siraman rohani oleh Pengasuh Pesantren, acara kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah disambung dengan sholat hajat khas pesantren Roudlotun Nasyiin yang diimami langsung oleh KH. Arifin Arief. Wirid Sholawat Umariyah (Ya Shahibi) sebagai amalan khas pesantren Roudlotun Nasyiin yang biasanya diamalkan sebanyak 561 kali dipersingkat 100 kali dipimpin oleh Ustadz Khoirul Anwar. 

Kurang lebih pukul 14.00 acara selesai. Setelah acara ramah tamah, sebagaian besar alumni yang hadir undur diri. Namun, panitia dan dan beberapa alumni dari beberapa korda melakukan rapat evaluasi terkait beberapa hal. Disamping evaluasi pelaksanaan acara, juga disinggung keberadaan website Roudlotun Nasyiin yang masih membutuhkan banyak sentuhan. Rencananya, acara serupa akan dilaksanakan empat bulan kemudian, tetap di pesantren Roudlotun Nasyiin, dikemas dengan acara Halal Bihalal karena bersamaan dengan Idul Fitri 1437 H.(ES)
Share this post :

Posting Komentar

SYAIKHUNA

 
Copyright © 2016. Roudlotun Nasyiin - All Rights Reserved
Supported by Mayang Seto Team